Tinjauan komprehensif tentang bagaimana kromosom X memengaruhi perkembangan otak manusia, fungsi kognitif, dan gangguan neurologis.
Kromosom X dan Kognisi Manusia


Tinjauan komprehensif tentang bagaimana kromosom X memengaruhi perkembangan otak manusia, fungsi kognitif, dan gangguan neurologis.

Argumen terkuat bahwa Eurasia Basal bukanlah populasi hantu yang nyata, melainkan distorsi yang diinduksi oleh seleksi dalam f-statistik dan pencocokan graf percampuran.

Kajian mendalam mengenai haplogrup kromosom-Y A00, garis keturunan paternal manusia tertua yang diketahui. Kami mengulas penemuannya, usianya yang mengejutkan, serta perdebatan mengenai apakah haplogrup ini merepresentasikan populasi arkais “hantu” atau cabang Homo sapiens purba yang terisolasi.

Apa yang diungkap oleh perangkat alat dan genom Beringia tentang perpindahan dua arah antara Siberia dan Benua Amerika—dari mikrobilah Dyuktai hingga harpun toggling dan migrasi balik.

Pembacaan ulang terhadap pohon populasi manusia dan waktu divergensi dengan mempertimbangkan seleksi, jika kognisi mengalami seleksi kuat dalam 50.000 tahun terakhir.

Bagaimana seleksi alam dan percampuran genetik mendistorsi pohon filogenetik, mengapa genom manusia merupakan mosaik, dan apa yang sebaiknya digunakan sebagai gantinya.

Analisis komprehensif mengenai bukti dan perdebatan ilmiah seputar kontak lintas samudra pra-Kolumbus antara Benua Amerika dan peradaban Dunia Lama.

Bagaimana dosis gen terpaut kromosom X, pelolosan dari inaktivasi, dan imprinting membentuk perkembangan otak manusia, kecerdasan, serta perilaku sosial.

DNA purba, skor poligenik, dan genetika psikiatri semuanya menunjukkan bahwa pikiran manusia telah berevolusi secara dramatis sejak Zaman Es—bertentangan dengan mitos 50.000 tahun.

Mengapa kisah-kisah kolonial tentang raksasa, positivisme abad ke-20, dan data genom baru semuanya penting bagi perdebatan mengenai kontak Polinesia–Amerika sebelum Columbus.