Pembelaan komprehensif berbasis bukti terhadap Eve Theory sebagai satu-satunya jalur evolusioner menuju kesadaran diri rekursif dan bahasa (yaitu, Masalah Wallace).
Eve Theory of Consciousness: Memecahkan Masalah Wallace dalam Kognisi Manusia


Pembelaan komprehensif berbasis bukti terhadap Eve Theory sebagai satu-satunya jalur evolusioner menuju kesadaran diri rekursif dan bahasa (yaitu, Masalah Wallace).

EToC dan Suddendorf–Corballis berkonvergensi: rekursi manusia dan perjalanan waktu autonoetik berpadu dalam kurun 100.000 tahun terakhir, meninggalkan jejak arkeologis dan mitis.

Dari Eden, melalui Logos Yohanes dan mitos-mitos tandingan Gnostik hingga ritus global “dewa yang digantung”, esai ini merekonstruksi bagaimana kesadaran refleksif muncul, mengalami iterasi, dan akhirnya menyusun teori tentang dirinya sendiri.

Membaca tugas-tugas Herakles—terutama ikat pinggang Hippolyta dan inisiasi Eleusis—sebagai ingatan ritual ketika kesadaran laki-laki berguru pada kedaulatan Bunda Agung.

Telaah mendalam tentang dua etimologi spekulatif yang mengaitkan pronomina N global dengan ‘mengetahui’—baik secara semantis (orang yang mengetahui = diri sendiri) maupun secara fonetis (ǵn- > n-).

Telaah mendalam mengenai mitos ular Persia—dari Zahhāk hingga Shahmaran, dari Anāhitā hingga Gōčihr—yang menghubungkan arkeologi, Avesta, dan epos dengan model kultus Hawa/Ular tentang kesadaran.
Apakah pikiran memengaruhi keadaan kuantum? Tinjauan atas studi mengenai celah ganda, pembangkit bilangan acak (RNG), dan keruntuhan bagi pembaca yang berusaha menimbang bukti.

Telaah mendalam bagi pembaca Dennett/Jaynes yang berargumen bahwa Teori Kesadaran Eve menyediakan kisah asal-usul gen–budaya yang konkret, yang dibiarkan terbuka oleh model diri naratif Dennett.

Penjelasan dua tahap tentang kesadaran: bahasa dan kisah menyatu sekitar 60 ribu tahun lalu; narasi “aku” muncul pada Holosen melalui jejaring ritual ular yang dipimpin perempuan dan teknologi pronomina.

Kultus Ular Kesadaran merumuskan kembali Paradoks Sapien: modernitas perilaku muncul sekitar 15 ribu tahun lalu melalui difusi kedirian secara memetik—bukan genetis.