Sintesis spekulatif: tabu inses yang diberlakukan sejak awal memperluas eksogami dan jaringan aliansi, meningkatkan ukuran populasi efektif dan heterozigositas, serta membantu H. sapiens mengungguli kerabat arkaisnya.
Pendalaman mengenai siku-siku dan jangka Masonik dengan huruf G—makna, asal-usul, dan lapisan esoteriknya—ditelaah dalam kaitannya dengan ‘geometri sakral’ kuno dan kosmologi pertukangan.
Survei komparatif mengenai simbol siku-siku dan jangka, dari Fuxi dan Nüwa pada masa Dinasti Han hingga Freemasonry modern dan Orang-Orang Suci Zaman Akhir.
Di seluruh Benua Amerika, tradisi masyarakat adat mengenang kaum semut, para raksasa, dan manusia bayangan yang mendiami wilayah tersebut sebelum manusia tiba.
Sepuluh makalah mutakhir di bidang genetika dan ilmu saraf yang secara tersirat mendukung Teori Kesadaran Hawa: seleksi terhadap bahasa, psikosis, dan diri manusia.
Leksikon global sebutan bullroarer menurut bahasa dan budaya, dengan pendokumentasian sumber yang cermat serta catatan mengenai polisemi dan kerahasiaan.
Konsensus para ahli memperkirakan usia Proto-Afro-Asia sekitar 11.000 tahun, sehingga menjadikannya rumpun bahasa tertua yang keberadaannya telah dibuktikan secara meyakinkan, kendati terdapat keterbatasan metodologis.
Telaah sistematis mengenai bagaimana arkeologi, genetika, linguistik, dan ekologi penyakit semuanya harus gagal agar pemukiman substansial dari Dunia Lama di Amerika pra-Kolumbus dapat benar-benar terjadi.
Pengakuan kesalahan matematis: saya merekonstruksi batas fungsi zeta 67,25% milik Anthropic, terlalu dini mengklaim telah membuktikannya, dan menemukan langkah rank-trace yang hilang.
Bagaimana Kunapipi dan makhluk-makhluk Zaman Mimpi lainnya menelan para calon inisiat, mencerna jiwa anak laki-laki mereka, lalu memuntahkan orang dewasa yang telah menjalani inisiasi—ditambah mitos-mitos paralel tentang anak roh.
Perbandingan yang ringkas namun ketat antara visi Gnostik tentang kosmos sebagai konstruksi penjara dan gagasan India tentang samsara sebagai roda kelahiran kembali yang tak berkesudahan.
Pembacaan cermat atas pemikiran Sam Harris mengenai kesadaran, diri, kehendak bebas, serta pertanyaan apakah pandangan naturalismenya memperlakukan kesadaran sebagai 'sekadar ilusi'.