TL;DR

  • The Refiner’s Fire mengkaji bagaimana kosmologi Mormon awal dibentuk oleh tradisi hermetik–alkemis.
  • Ditulis oleh sejarawan John L. Brooke, Arts & Sciences Distinguished Professor di OSU[^1].
  • Diterbitkan oleh Cambridge University Press pada 1994; memenangkan Bancroft Prize 199512.
  • Dipuji oleh para sejarawan arus utama; dikritik tajam oleh para apolog Mormon LDS34.
  • Memiliki peringkat Goodreads sekitar 3,9/5 dari lebih dari 100 pembaca5.
  • Kajian Brooke mencakup sejarah intelektual Amerika awal, sejarah iklim, dan budaya demokratis.

Detail Buku

Metadata#

DetailInformasi
PenulisJohn L. Brooke (lahir 1953), Arts & Sciences Distinguished Professor of History & Warner Woodring Chair di Ohio State University[^1]
Data publikasiCambridge University Press, 1994 (sampul keras); penerbitan ulang edisi paperback pada 19961
Tesis utamaBrooke menelusuri arus “hermetik–alkemis”—dari sekte-sekte Reformasi Radikal, Rosikrusianisme, Freemasonry, magia rakyat, dan Kabbalah Kristen—hingga ke Burned-over District, dengan berargumen bahwa Joseph Smith memadukan arus-arus esoteris tersebut dengan primitivisme biblis untuk menciptakan kosmologi Mormon yang khas.
Penghargaan utamaBancroft Prize in American History (1995)—salah satu penghargaan tertinggi dalam disiplin ini—dianugerahkan atas orisinalitas dan keluasan cakupannya2

Penerimaan#

KomunitasTanggapan UmumPoin & Contoh Utama
Sejarawan arus utama / kajian AmerikaSebagian besar positif; dipuji sebagai karya yang berani, interdisipliner, dan pionirPromosi Cambridge menyebutnya “penting dan berani.” Penelaah Dialogue, Owens, menyebutnya “karya seminal… yang kini harus diperhitungkan oleh setiap sarjana.”3
Sarjana & apolog LDS (FARMS, BYU)Sering kali sangat kritis; menuduh Brooke melakukan parallelomania, melakukan kekeliruan faktual, dan mengabaikan sumber-sumber Kristen kunoReview of Books FARMS menerbitkan sanggahan sepanjang 70 halaman (Hamblin, 1996) yang memperdebatkan kaitan Hermetisisme/Kabbalah sebagai sesuatu yang “tidak berdasar.”4
Kajian Mormon independen & pembaca eks-MormonBeragam hingga menyambut baik; mengakui bahwa buku ini membuka diskusi serius mengenai lingkungan magis SmithBlog Juvenile Instructor: mengusulkan bahwa penerimaannya akan lebih bernuansa jika diterbitkan saat ini.6
Pembaca umumPenjualan sedang; peringkat Goodreads sekitar 3,9/5 dari lebih dari 100 pembacaPara peminat menganggapnya padat, tetapi bermanfaat karena sejarah esoteris yang disajikannya.5

Pujian umum

  • “Sintesis brilian mengenai sejarah okultisme, sosial, dan agama” (panel-panel akademik setelah penganugerahan Bancroft)
  • Dipuji karena menyingkap kembali enklave Hermetik/Pietis yang terlupakan (Ephrata Cloister, Freemasonry yang bercorak Rosikrusian)

Kritik umum

  • Melebih-lebihkan transmisi langsung: tidak memiliki “bukti tak terbantahkan” yang menunjukkan bahwa Smith membaca teks-teks hermetik tertentu.
  • Mencampuradukkan Platonisme Kristen dengan okultisme; kekeliruan faktual ditandai oleh para penelaah FARMS.

Tentang John L. Brooke#

  • Keluasan kajian: Amerika awal (The Heart of the Commonwealth, Merle Curti Award), sejarah iklim (Climate Change and the Course of Global History), budaya demokratis (Columbia Rising).
  • Kecenderungan metodologis: Memadukan sejarah sosial, intelektual, dan budaya—nyaman melintasi batas-batas disiplin (termasuk memegang penunjukan di bidang antropologi di OSU).
  • Jabatan saat ini: Direktur (2011–22) Center for Historical Research OSU; memegang posisi gabungan di departemen Sejarah dan Ilmu Lingkungan.

FAQ#

T 1. Siapakah John L. Brooke? J. Seorang sejarawan terkemuka yang lahir pada 1953, Brooke adalah Distinguished Professor of History di Ohio State University dan memenangkan Bancroft Prize 1995 untuk The Refiner’s Fire berkat analisisnya yang mendobrak mengenai kosmologi Mormon[^1].

T 2. Apa argumen utama The Refiner’s Fire? J. Bahwa kosmologi Mormon awal muncul dari suatu tradisi hermetik–alkemis—melalui sekte-sekte Reformasi Radikal, Rosikrusianisme, Freemasonry, magia rakyat, dan Kabbalah Kristen—dan dipadukan dengan primitivisme biblis oleh Joseph Smith.


Catatan Kaki#


Sumber#

  1. John Brooke – School of History, Ohio State University. https://history.osu.edu/people/brooke
  2. The Refiner’s Fire: The Making of Mormon Cosmology, 1644–1844, Cambridge University Press, 1994. https://www.cambridge.org/core/books/refiners-fire/53936E821BC016151625D1F646728610
  3. Para pemenang Bancroft Prize, Columbia University Libraries. https://library.columbia.edu/libraries/butler/about/awards/bancroft.html
  4. Owens, Lance S. “Review of The Refiner’s Fire.” Dialogue: A Journal of Mormon Thought 29, no. 2 (1996). http://www.dialoguejournal.com/
  5. Hamblin, William J. “Everything is Everything: Was Joseph Smith Influenced by Kabbalah?” FARMS Review 8/2 (1996). https://publications.mi.byu.edu/
  6. Goodreads. “The Refiner’s Fire.” https://www.goodreads.com/book/show/1161615
  7. Juvenile Instructor tulisan blog tentang The Refiner’s Fire. http://juvenileinstructor.org/

  1. The Refiner’s Fire, Cambridge University Press (1994). ↩︎ ↩︎

  2. Daftar Bancroft Prize, Columbia University Libraries. ↩︎ ↩︎

  3. Owens, Lance S. Ulasan atas The Refiner’s Fire dalam Dialogue: A Journal of Mormon Thought 29, no. 2 (1996): 125–28. ↩︎ ↩︎

  4. Hamblin, William J. “Everything is Everything: Was Joseph Smith Influenced by Kabbalah?” FARMS Review 8/2 (1996): 251–325. ↩︎ ↩︎

  5. Peringkat pengguna Goodreads untuk The Refiner’s Fire↩︎ ↩︎

  6. Komentar blog Juvenile Instructor mengenai The Refiner’s Fire↩︎